Monday, December 16, 2013

Monbukagakusho 2014 : Seleksi Wawancara

continued from this post (Bagaimana Semua Bermula)

waktu itu saya wawancara tanggal 19 Agustus untuk program S1, dan esok hari dan lusanya adalah jadwal untuk wawancara peserta seleksi D3 dan D2. saya berangkat dari purwokerto jam 8 malam dengan kereta, yang saya ingat kereta malam hari itu dingin luaaaar biasa. saya sampai takut ketika sampai di Jakarta nanti akan sakit atau bagaimana. Alhamdulillah badan masih fit-fit saja dan saya sampai di stasiun Gambir jam 3 senin pagi. rencananya tidak akan menginap dan langsung berangkat-pulang saja. saya ditemani ayah saya sepanjang perjalanan.


sempat tidur sebentar di stasiun, jam 7 pagi saya berangkat dari stasiun ke Kedubes Jepang yang ada di Jln. M.H Thamrin di ibukota. maklum, saya yang agak norak karena jarang ke Jakarta hanya bisa bengong melihat gedung-gedung tinggi menjulang di kanan-kiri. sempat bingung dimana Kedubes dan ternyata lokasinya tepat disamping Plaza Indonesia yang gede banget, pantesan gak keliatan, hehe. mana tulisan Embassy of Japannya cuma sepetak doang dan itu sangat kecil. selebihnya bangunannya bertembok pengamanan tinggi dan kamera pengawas dimana-mana. karena masih jam 7 saya pikir baru saya saja yang datang ternyata ada juga yang sudah dateng. saya memilih untuk duduk mempersiapkan mental. sementara peserta-peserta lain satu-persatu mulai berdatangan. dan sedikit demi sedikit saya mulai merasa agak minder melihat muka-muka (yang keliatannya) pintar mereka. kebanyakan sih maba-maba ITB, yang kebetulan baik-baik, dan sempat mengobrol dengan mereka sedikit.

tidak lama kemudian ada salah satu peserta perempuan yang ditemani kedua orangtuanya masuk ke pelataran parkir. karena saya berdiri di dekatnya dia menyapaku. namanya Asyifa. dan ternyata dia ambil program dan jurusan yang sama kayak aku! akhirnya ada orang yang bisa nyambung, pikirku saat itu. dan ternyata dia juga fangirl Johnnys, langsung deh kita jadi klop dan ngobrol kesana-kemari tentang JE, apalagi tentang NEWS. habis itu ketemu juga sama Jane, dia ambil program IPA. terus kita bertiga akhirnya bareng masuk ke dalem gedung. di pintu masuk, ada security guard dan mesin pendeteksi barang yang kayak di bandara itu. takutnya kita bawa bom kali ya, hihi. setelah melewati pemeriksaan kita di bawa ke hall pertemuan di lantai dua sama staff kedutaan. kita duduk paling depan biar semua penjelasannya kedengeran, hehe.

oh iya, sebelum saya berangkat ke seleksi wawancara ini, saya juga diwajibkan membawa banyak sekali dokumen yang diperlukan dan semuanya harus dalam bahasa inggris. dokumennya adalah :

1. surat keterangan dari SMA bahwa kamu siswa dari SMA tersebut.
2. surat rekomendasi Kepsek.
3. Ijazah SMA dan transkrip Nilai Ijazah.
4. Transkrip Nilai Raport selama semester 1-6.
5. Certificate of Health
6. Application Form
7. Fotokopi KTP
8. Pas Photo

untuk dokumen-dokumen dari sekolah, semuanya harus dicap dan ditandatangani oleh kepala sekolah. untungnya kami dipermudah dengan disediakannya form berbahasa inggris yang tinggal di print untuk diisi. kecuali surat keterangan dari SMA, lainnya sudah disediakan formnya untuk di download, jadi nggak usah khawatir.

tapi emang di proses inilah perjuangan saya sendiri cukup besar untuk menyiapkan segalanya karena saya bener-bener urus semuanya sendirian dan sedikit kebingungan. dan sekolah saya sendiri juga bukan sekolah yang siap untuk melengkapi dokumen-dokumen siswanya menggunakan bahasa inggris jadi otomatis saya harus terjemahkan sendiri surat keterangan sekolahnya. bolak-balik ke sekolah tiga hari, nemuin kepala sekolah yang juga kurang paham sama hal beginian, akhirnya semuanya beres juga tepat sehari sebelum hari H. untuk Certificate of Health, saya ikut medical check up di RS dan saya paksa dokternya untuk melengkapi form yang udah disediakan tersendiri, hoho. untungnya RSnya bisa memenuhi permintaan saya. nah, pas proses pelengkapan dokumen-dokumen ini berlangsung, yang nemenin dari awal sampe akhir sama saya adalah teman saya sedari SMP, Zahro. makasih banget ya Zahro, kamu baik syekalii :3

lanjut di Kedubes, setelah berkumpul di hall, staff dari Bagian Pendidikan Kedubes, Pak Ircham mulai menjelaskan berbagai hal soal wawancara. untuk tahun ini, karena pesertanya cukup banyak yang lolos ke seleksi wawancara, wawancara nya tiap sesi berempat orang. dan ternyata yang wawancara duluan adalah yang Program IPS karena kami cuma berdelapan. aduduh, saya langsung agak panik karena jujur saya belum merasa siap akan wawancaranya. kita berdelapan diantar ke sebuah ruangan di lantai berapa entah saya nggak ngerti karena kita melewati koridor-koridor senyap dan melewati banyak pintu-pintu khusus yang hanya bisa dibuka dengan kunci. disana kita disuruh menunggu di sebuah ruangan, karena menunggu lumayan lama kita saling kenalan. disanalah aku ketemu orang yang sekarang jadi teman seangkatanku, Salma. Salma ini lolos seleksi bareng sama kakaknya dan disanalah kita baru sama-sama tahu kalau kita bakalan satu kuliahan, yaitu di Sastra Jepang UGM. Kakaknya juga dari UGM. selainnya ada anak UNPAD dan UI. habis itu dipanggil deh, dan ternyata aku masuk giliran paling pertama. haaa, tegangnya luar biasa. udah berapa kali aku istighfar waktu itu, hehe.

masuk ke ruangan ada 4 penguji yang menunggu. di paling kiri ada bapak jepang yang udah tua gitu pake jas, disebelahnya ada ibu-ibu pake jilbab item orang indonesia, dan di sebelahnya lagi ada orang jepang pake semacem polo shirt gitu berhadapan dengan laptop, kayanya sih dia ngetik jawaban. terus disebelahnya ada mbak staff kedubes yang masih muda, kayanya disitu jadi sekretaris.

pas masuk ruangan, langsung aku dikagetkan dengan si bapak jepang bilang "douzo jiyuu ni suwatte kudasai" dalam bahasa jepang! ah, ini bo'ong banget deh, di web dibilang bakal di wawancara pake bahasa indonesia, taunya masuk-masuk udah pake bahasa jepang aja -_- di antara 4 orang, yang bisa bahasa jepang cuma aku sama asyifa, yang lain pake bahasa inggris. karena saya nggak nyangka bakal di wawancara pakai bahasa jepang, saya belum ada persiapan SAMA SEKALI. panik, panik, panik. cuma itu aja yang aku inget dari wawancara itu. mana si Asyifa ini udah persiapan wawancara pake bahasa jepang jadi dia lancar abis, sementara saya cuma bisa ngomong apa yang ada di kepala dengan grammar yang terbata-bata saking gak siapnya. sampe lupa apa yang saya omongin waktu itu, yang pasti tiap ditanya soal motivasi dan lainnya, saya sering banget jawab "chanto blablabla you ni seippai ganbarimasu", pokoknya dibelakangnya aku isiin ganbaru gak jelas, huehehe. toh emang aku berniat untuk ganbaru, jadi ya sudah :p

yang jawab pake bahasa inggris pun mereka lancar semua, sementara saya bahasa jepang terbata-bata, bahasa inggris juga gak persiapan, bener-bener merasa minder saya diruangan itu. tapi si pewawancara, apalagi yang ibu-ibu berkerudung itu baik bangeeet.. beliau ndengerin kalimat terbata-bata saya dengan penuh perhatian, jadi gak begitu gugup. yang agak masalah emang ada satu orang yang di application formnya cuma mengisi satu dari tiga pilihan jurusan. dan dia ditanyain banyak hal soal itu dan sepertinya kedubes lumayan sensi ama orang yang cuma milih satu pilihan jurusan karena takutnya pas udah dapet jurusan dan gak sesuai harapan, beasiswa nya bakal dia tolak begitu aja. jadi sebaiknya bagi yang mau meng-apply monbusho tahun depan di application form harus isi pilihan jurusan tiga-tiganya ya, harus ada cadangan selain pilihan pertama karena resikonya jadi tinggi untuk tidak lolos.

mungkin karena berempat juga, sesi wawancaranya gak ditanya hal-hal detail seperti pernah nge-kos atau nggak, atau sebagai muslim hidup di jepang bakal gimana, dll. cuma pertanyaan-pertanyaan dasar seperti motivasi, mengapa memilih jurusan, pekerjaan yang diinginkan setelah lulus, setelah mendapat beasiswa disana mau apa, dsb.

setelah selesai interview, kita balik ke hall dan gantian program IPA yang di wawancara. denger-denger si di IPA ada yang diwawancara pakai bahasa indonesia. tapi entahlah, yang penting sudah selesai. setelah itu kami disuruh menyalin application form beberapa lembar gitu saya lupa, kalau nggak salah tiga lembar di tulis tangan. tangan udah pegeeel banget pas selesai nulis. pas udah selesai, ngumpulin deh dokumennya ke Pak Ircham, setelah di cek kelengkapannya, akhirnya diperbolehkan pulang. Alhamdulillah..

nah, pas di hall kami diberitahukan hasilnya akan diumumkan kalau nggak akhir desember ya awal januari. padahal saat wawancara masih agustus. lama banget emang. tapi ya justru proses yang paling penting ya ketika berkas kita di seleksi sama pemerintah jepang, jadi harus menanti cukup lama sebelum pengumuman.

nah, setelah seleksi selesai aku langsung disibukkan dengan kegiatan ospek dan kegiatan maba pada umumnya, kenalan sama teman-teman baru rasanya menyenangkan. tapi ternyata suatu hari di awal desember, berita yang tidak diduga-duga datang..

(to be continued lagi ke post berikutnya dilain hari. hehe.)

1 comment:

  1. Akhirnya tercapai juga yah kesempatan untuk bertemu arashi ... he he .

    ReplyDelete