Mulai Jum'at kemarin, aku resmi pindah ke Purwokerto lagi.
semua barang yang ada di kos aku bawa ke rumah, sementara kos yang kontraknya belum habis itu dibiarkan kosong, entah sampai kapan. aku sudah tidak bisa terbangun karena suara anak-anak TK bermain (atau lebih tepatnya, lomba teriak paling keras) di bawah lantai kosku. sudah tidak akan pergi ke tempat makan favorit-ku di daerah sekitar Pogung, sudah tidak akan laundry di tempat langganan, atau bangun pagi untuk mengeluarkan motor dari garasi, atau bahkan mengeluh wi-fi kosan mati.
kamu sedih? aku tanya diri sendiri berulang kali. not really.
Showing posts with label friend. Show all posts
Showing posts with label friend. Show all posts
Sunday, February 02, 2014
Yogyakarta, dan sejuta cerita.
It's hanging on
alhamdulillah :),
beautiful world,
friend,
yogyakarta
Friday, December 13, 2013
confession.
hari ini hari paling melankolis.
Tuesday, June 04, 2013
almost three years and still..
what words I should use to make our hearts more communicate with each other?
you hid your tears behind your faked smile, pretended to be strong.
no matter what kind of our days we used to spend,
if we keep believing in this time, one road will surely begin for us.
the moment when we find kindness, I believe that will lead us to happiness.
It feel like, if we talked with each other happily with laughter,
we could walk by a little more.
I want to tell you how much I feel grateful,
I want to send this feeling, gently to where you are.
even we’re apart by a far distance, the memories will lead us for the future.
when I close my eyes, I can feel the season where we used to spend together,
because we are sharing the same memories, today too,
a little warmth gently encounter with us.
you bring many important things alone,
even now, I remember how I’m letting your hand go,
without saying anything I wanted to tell you.
I want to say thank you one more time, to show you how many gratitude of me towards you,
I want to say it clearly by your side, once more again.
I know we can’t go back to yesterday, but I’m letting it go as I pray quietly for tomorrow.
when my hands reach out, I open the door in the season you’d left behind.
because I can’t help but missing you, I’m sure today I’ll keep thinking of you.
the day we meet seems like grows further away by a seconds,
but you still live one, always in my heart.
I want to tell you how much I feel grateful,
I want to send this feeling, gently to where you are.
I know we can’t go back to yesterday, but I’m letting it go as I pray quietly for tomorrow.
because I can’t help but missing you, I’m sure today I’ll keep thinking of you.
when I close my eyes, I can feel the season where we used to spend together,
because we are sharing the same memories, today too,
a little warmth gently encounter with us.
-
hampir tiga tahun berlalu dan masih saja hangat terkenang. walau mungkin kita tidak pernah begitu dekat, tapi kamu pernah menjadi sosok yang berarti, sosok yang pernah menjadi motivasi. sosok yang tidak pernah terlupakan. tiba-tiba teringat banyak hal, setelah tiga tahunpun, aku masih ingin terus mengingatmu sambil tersenyum.. aku yakin Allah sangat menyayangi kamu :)
you hid your tears behind your faked smile, pretended to be strong.
no matter what kind of our days we used to spend,
if we keep believing in this time, one road will surely begin for us.
the moment when we find kindness, I believe that will lead us to happiness.
It feel like, if we talked with each other happily with laughter,
we could walk by a little more.
I want to tell you how much I feel grateful,
I want to send this feeling, gently to where you are.
even we’re apart by a far distance, the memories will lead us for the future.
when I close my eyes, I can feel the season where we used to spend together,
because we are sharing the same memories, today too,
a little warmth gently encounter with us.
you bring many important things alone,
even now, I remember how I’m letting your hand go,
without saying anything I wanted to tell you.
I want to say thank you one more time, to show you how many gratitude of me towards you,
I want to say it clearly by your side, once more again.
I know we can’t go back to yesterday, but I’m letting it go as I pray quietly for tomorrow.
when my hands reach out, I open the door in the season you’d left behind.
because I can’t help but missing you, I’m sure today I’ll keep thinking of you.
the day we meet seems like grows further away by a seconds,
but you still live one, always in my heart.
I want to tell you how much I feel grateful,
I want to send this feeling, gently to where you are.
I know we can’t go back to yesterday, but I’m letting it go as I pray quietly for tomorrow.
because I can’t help but missing you, I’m sure today I’ll keep thinking of you.
when I close my eyes, I can feel the season where we used to spend together,
because we are sharing the same memories, today too,
a little warmth gently encounter with us.
-
hampir tiga tahun berlalu dan masih saja hangat terkenang. walau mungkin kita tidak pernah begitu dekat, tapi kamu pernah menjadi sosok yang berarti, sosok yang pernah menjadi motivasi. sosok yang tidak pernah terlupakan. tiba-tiba teringat banyak hal, setelah tiga tahunpun, aku masih ingin terus mengingatmu sambil tersenyum.. aku yakin Allah sangat menyayangi kamu :)
Monday, July 16, 2012
much happiness.
lupa satu hal nih.
CONGRATULATIONS BUAT RARA YANG UDAH JADI MAHASISWA UNPAD! ^o^
yaampun, waktu berlalu sangat cepat sekali kawan :)
selamat ya yang udah terkabul impiannya buat jadi mahasiswa UNPAD yang kamu impi-impikan sejak lama. gak ada yang ngira bahwa akhirnya kamu jadinya ambil Psikologi, walaupun yang selalu kamu impikan adalah komunikasi.
but nevermind, semua udah punya jalan masing-masing yang udah ditentuin sama yang diatas.
udah dua taun berlalu sejak kita masih sekelas bareng-bareng loh, cepet banget ya :)
sejak hari itu semua jalan kita jadi terus-terusan pisah-pisah. lucu kalo inget gimana aku selalu desperate soal ini-itu gak jelas cuma karna gak terbiasa kamu terpisah dari kita-kita.
masih sedih rasanya kalo ingat gimana proses kita sama-sama berproses untuk nerima keadaan, but really, I'm grateful to meet you, dear.
sekarang yang aku bisa lakuin adalah menatap punggung kamu dari kejauhan, berdoa biar kamu selalu baik-baik aja di kota yang jauh dan asing, ketemu temen-temen yang baik dan bener-bener ngertiin kamu apa adanya, diberi kemudahan buat njalanin semuanya, dan berharap kamu bakal tetep selalu jaga prinsip kamu dan gak goyah akan hal-hal buruk yang ada di sekitar kamu.
you've done your best. sekarang kamu udah jadi semacam kebanggaan buat kita-kita. tetep jadi sebuah kebanggaan buat kita terus yah :)
sekarang giliran aku nih yang harus berjuang. gimanapun aku gak bakalan kalah dari kamu, liat aja entar >)
teruslah bikin 'sesuatu' yang bikin kita kaget ra, we will always be by your side.
and we're proud of you.
CONGRATULATIONS BUAT RARA YANG UDAH JADI MAHASISWA UNPAD! ^o^
yaampun, waktu berlalu sangat cepat sekali kawan :)
selamat ya yang udah terkabul impiannya buat jadi mahasiswa UNPAD yang kamu impi-impikan sejak lama. gak ada yang ngira bahwa akhirnya kamu jadinya ambil Psikologi, walaupun yang selalu kamu impikan adalah komunikasi.
but nevermind, semua udah punya jalan masing-masing yang udah ditentuin sama yang diatas.
udah dua taun berlalu sejak kita masih sekelas bareng-bareng loh, cepet banget ya :)
sejak hari itu semua jalan kita jadi terus-terusan pisah-pisah. lucu kalo inget gimana aku selalu desperate soal ini-itu gak jelas cuma karna gak terbiasa kamu terpisah dari kita-kita.
masih sedih rasanya kalo ingat gimana proses kita sama-sama berproses untuk nerima keadaan, but really, I'm grateful to meet you, dear.
sekarang yang aku bisa lakuin adalah menatap punggung kamu dari kejauhan, berdoa biar kamu selalu baik-baik aja di kota yang jauh dan asing, ketemu temen-temen yang baik dan bener-bener ngertiin kamu apa adanya, diberi kemudahan buat njalanin semuanya, dan berharap kamu bakal tetep selalu jaga prinsip kamu dan gak goyah akan hal-hal buruk yang ada di sekitar kamu.
you've done your best. sekarang kamu udah jadi semacam kebanggaan buat kita-kita. tetep jadi sebuah kebanggaan buat kita terus yah :)
sekarang giliran aku nih yang harus berjuang. gimanapun aku gak bakalan kalah dari kamu, liat aja entar >)
teruslah bikin 'sesuatu' yang bikin kita kaget ra, we will always be by your side.
and we're proud of you.
It's hanging on
friend,
happy,
smile again
Sunday, February 12, 2012
randomly posting, but, anyway,
HALO TEMAAN :)
udah lama ga apdet blog nih. kadang mau apdet, cuma gimana yah, males, capek, ndadak mikir pula mau nulis apa. karna itu gw jadi gak jadi-jadi nulis blognya. huhu. tapi eniwei, I'm here nau. penginnya si lebih apdet lagi yah, mumpung layout juga udah fresh baru lagi, jadi----I'll do my best! >)
yep, lanjut.
kemaren tuh hari penuh keajaiban(?) banget. okeh, bukan keajaiban kayak nemu kantong duit di jemuran, tapi cuma random sebuah happening yang bikin agak-agak---gimana gituh. hoho.
jadi, kemaren harusnya jadi hari paling berat buat gw. tiap jam pelajaran ada ulangan mameen. gimana gak gimana-gimana yah. stressful banget. ada ulangan ekonomi, bindo, bjawa, sejarah pula! *lempar batu ke ruang guru* *dilempar balik*
pokoknya semaleman gw desperate kayak orang dikejar utang cuma buat belajar yang biasanyajarang saya lakukan, maklum lah, tipe orang yang punya short-term memory gini neh. harus belajar mepet-mepet. *ngeles*
eniwei, ketika hari itu datang, gw pengen ngabur, pengen pura-pura sakit kejepit pintu, pengin sok pusing gara-gara jedukin kepala ke tembok biar gak usah masup. tapi apa daya takdir tidak memperbolehkan. akhirnya gw masuk dengan tampang kusut. gw setengah lari kekelas dari parkiran ke kelas dan langsung buka buku ekonomi dengan beringas. last -minute studying. mana sejarah belom mantep belajarnya. mati deh gw.
DAN TERNYATA.
" li, katanya sejarah gak ada gurunya." ujar salah seorang teman dari Lailia Nur Safitri. gw cuma bengong, rasanya ga tau pengin ber ekspresi apa karna gw udah belajar setengah idup di rumah.
tapi eniwei, soal ulangan ekonomi yang gw kira bakal kayak pegimana, taunya gak sesusah yang kita kira. yaudah deh, gw mandan leyeh-leyeh karna lega bisa ngerjain. trus kita moving deh ke ruang bindo, dan ternyata---GAK ADA GURUNYA. gubraks!
ohh, okaaay, ternyata bindo dan sejarah gak ada gurunya. otomatis gw leyeh-leyeh. walo masih mikir-mikir entar basa jawa bakal gimana ulangannya. pas ke ruang basa jawa, BU BASA JAWA LAGI BAGI RAPOT ANAK AKSEL. gw bahagia. banget. makasih anak aksel untuk terima rapor sekarang, walo saya ga begitu kenal ama X(XI?) aksel tetep aja gw berterimakasih ama kalian.
yep, otomatis, anak-anak kontan pada seneng banget, hasilnya jadi pada gila-gilaan ngedandanin tengkorak ruang 14 sambil pada jejogetan. ada juga yang memutuskan untuk memulangkan gasik dirinya dengan enaknya. dan tugas sejarah---hmm, sepertinya ini salah satu bocoran soalnya *winkwink*
ALHASIL, XIIPS1 kemaren cuma ulangan ekonomi. hadeh, sia-sia gw cemas sepanjang malem.
oh iye, off to the other topic,
kelas gw sekarang jadi 28 orang doang. yang sedikit makin sedikit gara-gara kepindahan salah satu teman kita-kita yang karna suatu alesan pindah ke SMA baturaden. haaa, jane tah mandan eman-eman ya, soalnya anaknya baik, walopun mungkin absensinya kurang jadi dia memutuskan buat pindah, tapi setidaknya dia masih niat sekolah. gak kayak orang itu tuh, yang gak niat sekolah. jujur mending dia yang bertahan di kelas :P
bytheway soal hidup,
I'm galaaau. aww-what's wrong with me recently? I'm not doing well :| time flies really fast and everything changed slowly. I want to learn how to overcome this feeling of regret and---many more. I haven't ready yet to face the reality. God help me :|
and I realized recently that I haven't ever share my true problems with anyone. isn't it rather sad? to realize that I'm that reluctant to trust people? I'm just can't. I haven't. isn't it just, too lonely, right. but it can't be helped. even it's rather sly to have people trusted their secrets and how the others really feels on me, but I can't tell them anything yet. It's just too complicated. It's tiring to have this kind of loads in my chest. but I still can't..
and I'm just writing anything here, right? it's just too dumb for being like this forever.
heleh, jadi gloomy. yawdahdeh, oyasuminasai. mata kakimasu kara nee :)
udah lama ga apdet blog nih. kadang mau apdet, cuma gimana yah, males, capek, ndadak mikir pula mau nulis apa. karna itu gw jadi gak jadi-jadi nulis blognya. huhu. tapi eniwei, I'm here nau. penginnya si lebih apdet lagi yah, mumpung layout juga udah fresh baru lagi, jadi----I'll do my best! >)
yep, lanjut.
kemaren tuh hari penuh keajaiban(?) banget. okeh, bukan keajaiban kayak nemu kantong duit di jemuran, tapi cuma random sebuah happening yang bikin agak-agak---gimana gituh. hoho.
jadi, kemaren harusnya jadi hari paling berat buat gw. tiap jam pelajaran ada ulangan mameen. gimana gak gimana-gimana yah. stressful banget. ada ulangan ekonomi, bindo, bjawa, sejarah pula! *lempar batu ke ruang guru* *dilempar balik*
pokoknya semaleman gw desperate kayak orang dikejar utang cuma buat belajar yang biasanya
eniwei, ketika hari itu datang, gw pengen ngabur, pengen pura-pura sakit kejepit pintu, pengin sok pusing gara-gara jedukin kepala ke tembok biar gak usah masup. tapi apa daya takdir tidak memperbolehkan. akhirnya gw masuk dengan tampang kusut. gw setengah lari kekelas dari parkiran ke kelas dan langsung buka buku ekonomi dengan beringas. last -minute studying. mana sejarah belom mantep belajarnya. mati deh gw.
DAN TERNYATA.
" li, katanya sejarah gak ada gurunya." ujar salah seorang teman dari Lailia Nur Safitri. gw cuma bengong, rasanya ga tau pengin ber ekspresi apa karna gw udah belajar setengah idup di rumah.
tapi eniwei, soal ulangan ekonomi yang gw kira bakal kayak pegimana, taunya gak sesusah yang kita kira. yaudah deh, gw mandan leyeh-leyeh karna lega bisa ngerjain. trus kita moving deh ke ruang bindo, dan ternyata---GAK ADA GURUNYA. gubraks!
ohh, okaaay, ternyata bindo dan sejarah gak ada gurunya. otomatis gw leyeh-leyeh. walo masih mikir-mikir entar basa jawa bakal gimana ulangannya. pas ke ruang basa jawa, BU BASA JAWA LAGI BAGI RAPOT ANAK AKSEL. gw bahagia. banget. makasih anak aksel untuk terima rapor sekarang, walo saya ga begitu kenal ama X(XI?) aksel tetep aja gw berterimakasih ama kalian.
yep, otomatis, anak-anak kontan pada seneng banget, hasilnya jadi pada gila-gilaan ngedandanin tengkorak ruang 14 sambil pada jejogetan. ada juga yang memutuskan untuk memulangkan gasik dirinya dengan enaknya. dan tugas sejarah---hmm, sepertinya ini salah satu bocoran soalnya *winkwink*
ALHASIL, XIIPS1 kemaren cuma ulangan ekonomi. hadeh, sia-sia gw cemas sepanjang malem.
oh iye, off to the other topic,
kelas gw sekarang jadi 28 orang doang. yang sedikit makin sedikit gara-gara kepindahan salah satu teman kita-kita yang karna suatu alesan pindah ke SMA baturaden. haaa, jane tah mandan eman-eman ya, soalnya anaknya baik, walopun mungkin absensinya kurang jadi dia memutuskan buat pindah, tapi setidaknya dia masih niat sekolah. gak kayak orang itu tuh, yang gak niat sekolah. jujur mending dia yang bertahan di kelas :P
anyway, for bhyant, thanks for this one and half semester with us. don't worry, we'll still walk in the same path, even we aren't in the same place anymore. we'll remember you :)
bytheway soal hidup,
I'm galaaau. aww-what's wrong with me recently? I'm not doing well :| time flies really fast and everything changed slowly. I want to learn how to overcome this feeling of regret and---many more. I haven't ready yet to face the reality. God help me :|
and I realized recently that I haven't ever share my true problems with anyone. isn't it rather sad? to realize that I'm that reluctant to trust people? I'm just can't. I haven't. isn't it just, too lonely, right. but it can't be helped. even it's rather sly to have people trusted their secrets and how the others really feels on me, but I can't tell them anything yet. It's just too complicated. It's tiring to have this kind of loads in my chest. but I still can't..
and I'm just writing anything here, right? it's just too dumb for being like this forever.
heleh, jadi gloomy. yawdahdeh, oyasuminasai. mata kakimasu kara nee :)
It's hanging on
cuma ngomong,
curhat gaje,
friend,
random,
stress mode,
stress mode. tentang skul
Monday, October 10, 2011
awkward,
awkward, awkward, awkward.
aku bener-bener ga tau mau ngomong apa lagi. saking EPICnya cerita dihadapanku ini. cerita disekitarku yang begitu epic, sampe bikin aku terdiam dan ga tau mau ngapain.
entah kenapa aku kesel, keseeeeeeeeeeeeeeeeel buanget. tapi gak tau harus menumpahkan *ceilah* semua kekesalan ini tuh sama siapa. gak ada yang ngerti, sama sekali, ga ada yang bisa ngerti. aku kesel, aku iri, aku enek, aku muak banget. tapi jujur, ga tau ni perasaan pengin aku salahkan ke siapa, bingung.
mungkin aku gak seharusnya ngerasa iri dan kesel, atau malah muak dengan semuanya. aku muak sama diriku sendiri kenapa aku harus ngerasa iri, padahal aku tahu sesuatu itu udah gak ada dan gak mungkin bakal ada lagi untuk di raih. aku pikir sia-sia semuanya. aku lebih memilih jalan yang aman biar tidak terasa semakin ngilu.
emang semakin hari terus berlalu tuh hal yang kita sesali semakin banyak,
tapi mau ga mau kita harus terus berjalan ke depan.
tapi ini masih terlalu menyakitkan untuk pasrah dibiarkan.
miris.
aku bener-bener ga tau mau ngomong apa lagi. saking EPICnya cerita dihadapanku ini. cerita disekitarku yang begitu epic, sampe bikin aku terdiam dan ga tau mau ngapain.
entah kenapa aku kesel, keseeeeeeeeeeeeeeeeel buanget. tapi gak tau harus menumpahkan *ceilah* semua kekesalan ini tuh sama siapa. gak ada yang ngerti, sama sekali, ga ada yang bisa ngerti. aku kesel, aku iri, aku enek, aku muak banget. tapi jujur, ga tau ni perasaan pengin aku salahkan ke siapa, bingung.
mungkin aku gak seharusnya ngerasa iri dan kesel, atau malah muak dengan semuanya. aku muak sama diriku sendiri kenapa aku harus ngerasa iri, padahal aku tahu sesuatu itu udah gak ada dan gak mungkin bakal ada lagi untuk di raih. aku pikir sia-sia semuanya. aku lebih memilih jalan yang aman biar tidak terasa semakin ngilu.
emang semakin hari terus berlalu tuh hal yang kita sesali semakin banyak,
tapi mau ga mau kita harus terus berjalan ke depan.
tapi ini masih terlalu menyakitkan untuk pasrah dibiarkan.
miris.
It's hanging on
complaint,
curhat gaje,
friend
Monday, July 25, 2011
Dear My Friend.
" tomo ni sugoshita hibi ga natsukashii,
itsushika, anata to futari de,
au kikai ookunatteta?
ano toki no you na kiraku na kimochi,
dokoka ni wasurete shimattayone. "
" I miss the day when I'm used to be with you guys,
before I knew it, I had more and more chances to see you.
but at some point, I've had forgotten.
that comfortable feeling I had back then."
--tadi aku lagi nyari-nyari file soal-soal N4ku. pas lagi nyari-nyari nih (yang ternyata kagak ada) malah aku nemu sebuah folder menarik. 'chatting history'. apa nih? aku mikir, udah laaama banget kayaknya tu folder nggeletak. ternyata ini sisa-sisa kenangan lama yang ternyata masih tersimpan diantara folder-folder tugas saya♥
ketauan lah itu folder isinya apa dari namanya. "CHATTING HISTORY". jadi dulu pas SMP, aku punya kebiasaan jelek nge-save-in history-history chat yang barusan dilakuin. FYI, di folder ntu ada buaaaanyak buanget. dari yang gak penting sampe (yang dulunya) aku anggap penting. semua ada disana. awww, natsukashii naa♥
alhaasill, lagi. aku buka buka deh. beneran gila dah~ aku jadi melankolis hoeks gimana gitu dah. hal pertama yang aku sadarin adalah,
DULU AKU ALAY BANGETZ. HUAH.
jdar, duer, bumi gonjang-ganjing. hwakakak, beneran deh, kalo baca-baca postingan blog yang dulu, catetan-catetan yang dulu, file-file yang dulu, pasti ngerasa dah kalo 'dulu-gue-njis-alay-bukan-main-permirsa.'
mungkin pas besok aku kuliah baca ni posting juga bakal mikir, 'gue dulu norak banget sih?'. Duh.
pas baca tuh, dulu aku itu sok-sok-an bisa bahasa jepang padahal masih cetek banget bahasa jepangnya. untung sekarang udah tinggian dikit walaupun masih cetek juga. *loh*
Ehem.
anyway, off to topic.
I miss that time. so much. so much until it hurts. *sambil narikin kerah baju*
entah kenapa aku kangen masa-masa ke-alay-an itu. (ngomong seakan sekarang udah lulus dari kata alay.) pas seru-seruan ngestalker orang yang ngerjain aku ama si sw_dkid dan kita berhasil ngerjain balik tu orang dengan cara pake suara si norak ucchan yang sok di cowok-cowok-in padahal notabene suara kita masih kecemprengannya anak SMP dan bodonya tu anak yang dikerjain balik panik dan percaya aja. hwakakakak. keren deh kita-kita~ ufufufufu♥
di folder itu kesimpen catetan chatting pas aku ama ike diskusi sebenernya ni orang siapa. ngakak banget, aslian dah ngakaaaak~. kita heboh berdua padahal si culprit abal-abalan banget. si sw_dkid yang biasanya cuma jawab chat dengan 'hah' dan 'hmm' (dulu) tiba-tiba excited sendiri dengan pembahasan 'si orang yang suka misscall-misscall' itu.
nee, do you remembeeer? :)
ada lagi banyak notes-notes kecil yang terlupakan, kejadian-kejadian yang 'Ah~ baru inget sekarang.' ada di notes-notes itu. emang bener ya, kenangan lama tu bikin excited~. tapi kadang jadi inget juga hal-hal pahit yang sekarang kadang juga masih teringat. seneng aja rasanya ada sesuatu yang bangkit lagi setelah lama terkubur (zombie? Hmm.)
dan tiba-tiba aku pengin buka internet, pengin nulis di blog ini. aku ngerasa, 'Aa! I have something to tell you.' and finally, my fingers danced by itself on this keyboard.
serobek surat kecil untuk teman kecilku♥
itsushika, anata to futari de,
au kikai ookunatteta?
ano toki no you na kiraku na kimochi,
dokoka ni wasurete shimattayone. "
" I miss the day when I'm used to be with you guys,
before I knew it, I had more and more chances to see you.
but at some point, I've had forgotten.
that comfortable feeling I had back then."
--tadi aku lagi nyari-nyari file soal-soal N4ku. pas lagi nyari-nyari nih (yang ternyata kagak ada) malah aku nemu sebuah folder menarik. 'chatting history'. apa nih? aku mikir, udah laaama banget kayaknya tu folder nggeletak. ternyata ini sisa-sisa kenangan lama yang ternyata masih tersimpan diantara folder-folder tugas saya♥
ketauan lah itu folder isinya apa dari namanya. "CHATTING HISTORY". jadi dulu pas SMP, aku punya kebiasaan jelek nge-save-in history-history chat yang barusan dilakuin. FYI, di folder ntu ada buaaaanyak buanget. dari yang gak penting sampe (yang dulunya) aku anggap penting. semua ada disana. awww, natsukashii naa♥
alhaasill, lagi. aku buka buka deh. beneran gila dah~ aku jadi melankolis hoeks gimana gitu dah. hal pertama yang aku sadarin adalah,
DULU AKU ALAY BANGETZ. HUAH.
jdar, duer, bumi gonjang-ganjing. hwakakak, beneran deh, kalo baca-baca postingan blog yang dulu, catetan-catetan yang dulu, file-file yang dulu, pasti ngerasa dah kalo 'dulu-gue-njis-alay-bukan-main-permirsa.'
mungkin pas besok aku kuliah baca ni posting juga bakal mikir, 'gue dulu norak banget sih?'. Duh.
pas baca tuh, dulu aku itu sok-sok-an bisa bahasa jepang padahal masih cetek banget bahasa jepangnya. untung sekarang udah tinggian dikit walaupun masih cetek juga. *loh*
Ehem.
anyway, off to topic.
I miss that time. so much. so much until it hurts. *sambil narikin kerah baju*
entah kenapa aku kangen masa-masa ke-alay-an itu. (ngomong seakan sekarang udah lulus dari kata alay.) pas seru-seruan ngestalker orang yang ngerjain aku ama si sw_dkid dan kita berhasil ngerjain balik tu orang dengan cara pake suara si norak ucchan yang sok di cowok-cowok-in padahal notabene suara kita masih kecemprengannya anak SMP dan bodonya tu anak yang dikerjain balik panik dan percaya aja. hwakakakak. keren deh kita-kita~ ufufufufu♥
di folder itu kesimpen catetan chatting pas aku ama ike diskusi sebenernya ni orang siapa. ngakak banget, aslian dah ngakaaaak~. kita heboh berdua padahal si culprit abal-abalan banget. si sw_dkid yang biasanya cuma jawab chat dengan 'hah' dan 'hmm' (dulu) tiba-tiba excited sendiri dengan pembahasan 'si orang yang suka misscall-misscall' itu.
nee, do you remembeeer? :)
ada lagi banyak notes-notes kecil yang terlupakan, kejadian-kejadian yang 'Ah~ baru inget sekarang.' ada di notes-notes itu. emang bener ya, kenangan lama tu bikin excited~. tapi kadang jadi inget juga hal-hal pahit yang sekarang kadang juga masih teringat. seneng aja rasanya ada sesuatu yang bangkit lagi setelah lama terkubur (zombie? Hmm.)
dan tiba-tiba aku pengin buka internet, pengin nulis di blog ini. aku ngerasa, 'Aa! I have something to tell you.' and finally, my fingers danced by itself on this keyboard.
serobek surat kecil untuk teman kecilku♥
It's hanging on
curhat gaje,
friend,
letter,
nikki
Monday, April 18, 2011
temanku.
aku punya banyak teman. dari pertama ku membuka mata ke dunia hingga hari ini ku tetap melihat matahari dan kawalan bintang - bintang bersayap, mereka datang dan pergi. ada yang muncul dan kembali, ada yang hilang tak tahu pasti. ada yang tetap disini.
suatu waktu kami dipisahkan oleh angin,
angin kehidupan yang bertabrakan dan menggulung, berlainan satu sama lain. kami berpisah tempat dan menghilang dari pandangan. komunikasi sudah terlihat terlupakan.
suatu waktu kami dipisahkan oleh waktu,
waktu yang terus berjalan menyeret kami, arus perjalanan menghantam genggaman tangan kami. semakin kami terus diam maka kami semakin menjauh. ketika waktu memisahkan kami, kami tak coba bersatu kembali. lalu tali ingatan itu terputus.
suatu waktu kami dipisahkan oleh jarak,
tangan kami tak sampai lagi, walau berusaha manusia takkan mampu. jarak ini membuat kami merasa sesak. dimana kamu? ada apa denganmu? tidak ada yang mengetahuinya. hubungan menjadi pasif dan tak menentu, karna kerepotan kami biarkan berlalu.
suatu waktu kami dipisahkan oleh keadaan,
sulit. kami berada pada lingkaran kompleks sebuah kenyataan. realita itu membuat segalanya yang mudah menjadi susah. keadaan ini mendesak untuk menjauh, komunikasi sudah tak ada artinya. tanpa disadari, hidup merubah kami menjadi dua eksistensi yang berlawanan arah. komitmen tidak akan berguna lagi.
suatu waktu kami dipisahkan oleh kehilangan,
kamu menghilang dari hadapanku, pergi dan tak kembali. tanpa mengucapkan sepatah katapun kamu pergi, ketika sadar membutuhkanmu, sudah tidak bisa lagi. menangis pun tidak ada gunanya, kamu sudah tidak disini lagi.
suatu waktu kami dipisahkan oleh yang baru,
karna terpisah ruang kami bertemu kawan baru. karna suatu keadaan kami kesusahan dan kawan baru mencoba membantu. tanpa sadar kami terikat oleh sesuatu yang baru itu dan menghadap pada dilema. bagaimana kalau kami sampai melupakan sesama? nyatanya, tidak pernah ada gunanya berpikir begitu.
suatu waktu kami dipisahkan oleh perbedaan,
perbedaan cara berpikir sudah membuat kita merasa tidak sama. perbedaan keadaan membuat kami merasa kami tak punya hal yang dapat dibicarakan. perbedaan hal yang membuat kami merasa kosong dan perlahan menjauh.
suatu waktu kami dipisahkan oleh rasa,
aku merasa begini dan kamu merasa begitu. ketika kamu sedih aku merasa tak bisa menghibur. ketika aku kesusahan kamu merasa tidak bisa membantu. lalu kami sama-sama berpikir 'kami ini apa?'. kami merasa tidak bisa lagi berhadapan dan merasakan apa yang satu sama lain rasakan. apa ini teman? pikirku.
suatu waktu kami dipisahkan oleh ketidakpahaman,
aku tidak lagi tahu caranya berpikir, ia berubah. mungkin kami sama-sama berpikir begitu. walau berusaha pun kami sudah terlanjur basah, ketika aku berpikir ini sementara kamu berpikir itu, tidak pas adalah sesuatu yang sulit.
suatu waktu aku berpikir, masih banyak hal yang memisahkan aku dengan banyak temanku. lalu aku berusaha memikirkan jalan keluarnya dan aku tak tahu. semakin dipikir semakin melebar isi kepalaku. semakin aku merasa cemas dan takut tidak mengetahuinya.
dimana sebenarnya temanku itu? dimana mereka bersembunyi?
aku lelah akan seseorang yang datang dan pergi, ataupun mereka yang tetap disini namun kami tak saling mengerti. bagaimana caranya agar kami kembali? aku lelah dengan kutipan-kutipan berarti yang tidak memiliki jalan keluar untuk problema seperti ini. seakan yang membuat seorang yang bijak namun tak mengerti.
ingin kami menggali kenyataan namun kami sama-sama takut untuk mengetahui.
ingin kami bertanya mengapa kami berhubungan dengan orang-orang yang kompleks seperti ini.
aku hanya ingin bilang, maaf ya kamu berteman dengan orang seperti ini.
mungkin akan lebih menyenangkan, atau memang menyenangkan apabila berteman dengan orang yang biasa saja dan tidak sulit, bisa mengobrol seperti biasa dan tidak awkward seperti ini.
gomen ne.
suatu waktu kami dipisahkan oleh angin,
angin kehidupan yang bertabrakan dan menggulung, berlainan satu sama lain. kami berpisah tempat dan menghilang dari pandangan. komunikasi sudah terlihat terlupakan.
suatu waktu kami dipisahkan oleh waktu,
waktu yang terus berjalan menyeret kami, arus perjalanan menghantam genggaman tangan kami. semakin kami terus diam maka kami semakin menjauh. ketika waktu memisahkan kami, kami tak coba bersatu kembali. lalu tali ingatan itu terputus.
suatu waktu kami dipisahkan oleh jarak,
tangan kami tak sampai lagi, walau berusaha manusia takkan mampu. jarak ini membuat kami merasa sesak. dimana kamu? ada apa denganmu? tidak ada yang mengetahuinya. hubungan menjadi pasif dan tak menentu, karna kerepotan kami biarkan berlalu.
suatu waktu kami dipisahkan oleh keadaan,
sulit. kami berada pada lingkaran kompleks sebuah kenyataan. realita itu membuat segalanya yang mudah menjadi susah. keadaan ini mendesak untuk menjauh, komunikasi sudah tak ada artinya. tanpa disadari, hidup merubah kami menjadi dua eksistensi yang berlawanan arah. komitmen tidak akan berguna lagi.
suatu waktu kami dipisahkan oleh kehilangan,
kamu menghilang dari hadapanku, pergi dan tak kembali. tanpa mengucapkan sepatah katapun kamu pergi, ketika sadar membutuhkanmu, sudah tidak bisa lagi. menangis pun tidak ada gunanya, kamu sudah tidak disini lagi.
suatu waktu kami dipisahkan oleh yang baru,
karna terpisah ruang kami bertemu kawan baru. karna suatu keadaan kami kesusahan dan kawan baru mencoba membantu. tanpa sadar kami terikat oleh sesuatu yang baru itu dan menghadap pada dilema. bagaimana kalau kami sampai melupakan sesama? nyatanya, tidak pernah ada gunanya berpikir begitu.
suatu waktu kami dipisahkan oleh perbedaan,
perbedaan cara berpikir sudah membuat kita merasa tidak sama. perbedaan keadaan membuat kami merasa kami tak punya hal yang dapat dibicarakan. perbedaan hal yang membuat kami merasa kosong dan perlahan menjauh.
suatu waktu kami dipisahkan oleh rasa,
aku merasa begini dan kamu merasa begitu. ketika kamu sedih aku merasa tak bisa menghibur. ketika aku kesusahan kamu merasa tidak bisa membantu. lalu kami sama-sama berpikir 'kami ini apa?'. kami merasa tidak bisa lagi berhadapan dan merasakan apa yang satu sama lain rasakan. apa ini teman? pikirku.
suatu waktu kami dipisahkan oleh ketidakpahaman,
aku tidak lagi tahu caranya berpikir, ia berubah. mungkin kami sama-sama berpikir begitu. walau berusaha pun kami sudah terlanjur basah, ketika aku berpikir ini sementara kamu berpikir itu, tidak pas adalah sesuatu yang sulit.
suatu waktu aku berpikir, masih banyak hal yang memisahkan aku dengan banyak temanku. lalu aku berusaha memikirkan jalan keluarnya dan aku tak tahu. semakin dipikir semakin melebar isi kepalaku. semakin aku merasa cemas dan takut tidak mengetahuinya.
dimana sebenarnya temanku itu? dimana mereka bersembunyi?
aku lelah akan seseorang yang datang dan pergi, ataupun mereka yang tetap disini namun kami tak saling mengerti. bagaimana caranya agar kami kembali? aku lelah dengan kutipan-kutipan berarti yang tidak memiliki jalan keluar untuk problema seperti ini. seakan yang membuat seorang yang bijak namun tak mengerti.
ingin kami menggali kenyataan namun kami sama-sama takut untuk mengetahui.
ingin kami bertanya mengapa kami berhubungan dengan orang-orang yang kompleks seperti ini.
aku hanya ingin bilang, maaf ya kamu berteman dengan orang seperti ini.
mungkin akan lebih menyenangkan, atau memang menyenangkan apabila berteman dengan orang yang biasa saja dan tidak sulit, bisa mengobrol seperti biasa dan tidak awkward seperti ini.
gomen ne.
It's hanging on
friend,
just-a-journal
Sunday, January 23, 2011
stupid mumblings from the stupid ones.
It's hanging on
curhat gaje,
friend,
kyou no michi,
teman
Monday, November 22, 2010
Irony - Claris ( OreImo OP )
irony
Lyrics / Composition / Arrangement: kz
Sonna yasashiku shinai de
Donna kao sureba ii no?
Tsumikasaneta kotoba de mienai yo
Kimi no yokogao
Doko dakke? nakushita kagi ha mitsukaranai mama de
Tameiki…. surechigai ni iji hatte tsukarechau
Hon no sukoshi tooku te wa todokanai
Chanto tsukamitai no kana kimi no sono kage
Sonna yasashiku shinai de
Hora mata kizutsukeatte
Tsumikasaneta uso de mou ugokenaku natteru
Sonna me de mitsumenai de
Donna kao sureba ii no?
Mayotte bakka da keredo itsuka wa
Waraeru no kana
Ikutsu no hibi wo kimi to sugoshite kita ndarou
Sore demo kawashita kotoba wa sukunasugiru ne
Hon no sukoshi chikaku kimi to no kyori ga
Umaku tsukamenai nda ato chotto nano ni!
Sonna yasashiku shinai ne
Hora mata kizutsukeatte
Tsumikasaneta uso de kikoenai yo kimi no kotoba
Hontou no koe wo kakushite
Kuchizusamu kono merodi
Yukkuri to kawatteku kokoro ni
Mi wo makasete
Jibun no koto nante wakaranai shi
Kimi no koto shiritai ki mo suru kedo
Butsukaru kimochi wo sukoshi osaete
Mienai kabe tesaguri de sagasu yo
Sonna yasashiku shinai de
Hora mata kizutsukeatte
Tsumikasaneta uso wa mou tsurai dake dakara ne?
Sugu ni ai ni ikitai kedo
Kotoba wa mitsukaranai shi
Saigo no ichipeeji kurai kimi ni wa
Egao misetai!
irony
Lyrics / Composition / Arrangement: kz
Vocals: ClariS (Clara, Alice)
Don’t be so kind to me.
What kind of face should I put on?
With all of the words that have pilled up, I can’t see it
The look of your face.
Where could it be? I can’t find the key that I lost.
Sigh… When we disagree, I stay stubborn and get tired.
My hands are just a little too far to reach.
I wonder if I really want to catch that shadow of yours.
Don’t be so kind to me.
Look, we’ll end up hurting each other again.
With all of the lies that have piled up, I’m becoming unable to move anymore.
Don’t stare at me with those eyes.
What kind of face should I put on?
I’m completely lost, but someday,
Maybe I’ll be able to smile.
I don’t know how many days I’ve gone through with you.
Even so, the number of words we’ve exchanged is far too small.
The distance between you and me is getting just a little closer.
I can’t really catch you – even though there’s just a little left to go!
Don’t be so kind to me.
Look, we’ll end up hurting each other again.
With all of the lies that have piled up, I can’t hear the words you say.
I hide my true voice
And hum this melody to myself.
I’ll entrust my body
To my gently changing heart.
I don’t even know myself,
Even though I feel like I want to know about you.
I’ll hold in my colliding feelings for a little while
And feel my way through these invisible walls.
Don’t be so kind to me.
Look, we’ll end up hurting each other again.
All of these lies that have piled up just make things harder, you know?
I want to go out to meet you soon,
But I can’t find the words to say.
On at least the final page,
I want to show you my smile!
FULL CREDIT TO : VOICE
DOWNLOAD? : HERE.
Lyrics / Composition / Arrangement: kz
Sonna yasashiku shinai de
Donna kao sureba ii no?
Tsumikasaneta kotoba de mienai yo
Kimi no yokogao
Doko dakke? nakushita kagi ha mitsukaranai mama de
Tameiki…. surechigai ni iji hatte tsukarechau
Hon no sukoshi tooku te wa todokanai
Chanto tsukamitai no kana kimi no sono kage
Sonna yasashiku shinai de
Hora mata kizutsukeatte
Tsumikasaneta uso de mou ugokenaku natteru
Sonna me de mitsumenai de
Donna kao sureba ii no?
Mayotte bakka da keredo itsuka wa
Waraeru no kana
Ikutsu no hibi wo kimi to sugoshite kita ndarou
Sore demo kawashita kotoba wa sukunasugiru ne
Hon no sukoshi chikaku kimi to no kyori ga
Umaku tsukamenai nda ato chotto nano ni!
Sonna yasashiku shinai ne
Hora mata kizutsukeatte
Tsumikasaneta uso de kikoenai yo kimi no kotoba
Hontou no koe wo kakushite
Kuchizusamu kono merodi
Yukkuri to kawatteku kokoro ni
Mi wo makasete
Jibun no koto nante wakaranai shi
Kimi no koto shiritai ki mo suru kedo
Butsukaru kimochi wo sukoshi osaete
Mienai kabe tesaguri de sagasu yo
Sonna yasashiku shinai de
Hora mata kizutsukeatte
Tsumikasaneta uso wa mou tsurai dake dakara ne?
Sugu ni ai ni ikitai kedo
Kotoba wa mitsukaranai shi
Saigo no ichipeeji kurai kimi ni wa
Egao misetai!
irony
Lyrics / Composition / Arrangement: kz
Vocals: ClariS (Clara, Alice)
Don’t be so kind to me.
What kind of face should I put on?
With all of the words that have pilled up, I can’t see it
The look of your face.
Where could it be? I can’t find the key that I lost.
Sigh… When we disagree, I stay stubborn and get tired.
My hands are just a little too far to reach.
I wonder if I really want to catch that shadow of yours.
Don’t be so kind to me.
Look, we’ll end up hurting each other again.
With all of the lies that have piled up, I’m becoming unable to move anymore.
Don’t stare at me with those eyes.
What kind of face should I put on?
I’m completely lost, but someday,
Maybe I’ll be able to smile.
I don’t know how many days I’ve gone through with you.
Even so, the number of words we’ve exchanged is far too small.
The distance between you and me is getting just a little closer.
I can’t really catch you – even though there’s just a little left to go!
Don’t be so kind to me.
Look, we’ll end up hurting each other again.
With all of the lies that have piled up, I can’t hear the words you say.
I hide my true voice
And hum this melody to myself.
I’ll entrust my body
To my gently changing heart.
I don’t even know myself,
Even though I feel like I want to know about you.
I’ll hold in my colliding feelings for a little while
And feel my way through these invisible walls.
Don’t be so kind to me.
Look, we’ll end up hurting each other again.
All of these lies that have piled up just make things harder, you know?
I want to go out to meet you soon,
But I can’t find the words to say.
On at least the final page,
I want to show you my smile!
FULL CREDIT TO : VOICE
DOWNLOAD? : HERE.
It's hanging on
anime,
anime soundtrack,
friend,
lyrics,
teman,
translation
Friday, November 19, 2010
what LOVE look like.
wahaha, mungkin pada merasa ganjil ya liat judul diatas. ngegumam, 'ih, kesambet apa nih anak' dan sebagainya. tapi sumpah deh, aku ga bakal ngebahas tentang orang yang aku suka atau yang lainnya karna emang belum punya, wahahaha tapi tentang bagaimana tu something bernama cinta itu bisa mengambil hati begitu banyak orang dan berkorban hanya karenanya.
It's hanging on
friend,
opini,
random,
review,
stress mode
Thursday, October 21, 2010
random.
Not everything you have stays forever. But there are things you would be glad to fight for just so you can have them longer.saya suka sekali quotes diatas.
kenapa?
It's hanging on
friend,
just-a-journal,
opini,
random. quotes,
stress mode
Saturday, October 09, 2010
unknown.
when I see you now, I don't know why, I feel a little bit .. umm, what is this? a little bit, lonely?
It's hanging on
curhat gaje,
friend,
kyou no michi,
sad,
stress mode
Friday, September 24, 2010
aku mau cerita deh.
haha, entah kenapa aku jadi pengin cerita tentang hari ini. eh, percaya ga kadang pemikiran orang lain tu kadang sama?
sedari siang tu aku mikirrr terus-terusan hal yang sama, sampe tadi keputrian rohis pun pramuka pun aku cuma spacing out sambil berdiri [??] sambil mikir hal itu.
eh, taunya, ternyata dia mikir juga. suge'n dayo ne~ kayak punya mind connecting gitu~ [apadeh]
sedari siang tu aku mikirrr terus-terusan hal yang sama, sampe tadi keputrian rohis pun pramuka pun aku cuma spacing out sambil berdiri [??] sambil mikir hal itu.
eh, taunya, ternyata dia mikir juga. suge'n dayo ne~ kayak punya mind connecting gitu~ [apadeh]
It's hanging on
friend,
just-a-journal,
kyou no michi
Friday, September 03, 2010
farewell.
dan semua orang dan kejadian itu datang dan pergi. Berita mengejutkan, bisa dibilang terlalu mengejutkan, yang bikin kakiku langsung lemes ga karuan. Fiki Rufaida Al-Husna, salah satu teman dekatku semasa kelas 8 SMP berpulang ke sisi Allah SWT. Tadi shubuh setelah imsak, Aku tidur sebentar di pesantren karna kemarin malam tidur jam satu pagi. Gak ada feeling apapun, tiba-tiba aku dikejutkan oleh Rusyda dengan sms berita kematian Fiki. Ia baru saja pergi shubuh tadi. Setengah mati aku berusaha mencerna apa yang Rusyda bilang. Aku ngebuka hape, aku dapat sms yang sama dari Fifi sama Hani.
" Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah meninggal dunia teman kita tercinta Fiki Rufaida,"
Siapa? siapa? Gak mungkin. Waktu itu aku belum bisa percaya dan nyangka. Aku langsung lari ke kamar Ui, dia baru saja mau tidur waktu aku bilang ke dia dengan suara lirih, " Zah, Fiki . . udah meninggal," seketika Ui langsung bangun. Langsung bertanya-tanya dengan nada kaget setengah mati dan gak percaya. Dia lari ke kamar ku dan Rusyda, panik dan bertanya-tanya. Aku tertinggal dibelakang. Masih belum percaya, mencoba mencerna info-info yang ada. Aku sms Hani, dia bilang baru saja meninggal shubuh ini.
Kayak ada sesuatu yang mau meledak saat itu juga. Dan kalau emang ada yang bisa ngegantiin meledak, aku bakalan berterimakasih. tiba-tiba kakak ROHIS dateng dan bilang suruh ke Mushola untuk upacara penutupan pesantren kilat. Aku turun, lunglai. Masih bertanya-tanya di awang-awang. Semua peserta pesantren lagi pada salam-salaman.
Aku dan otakku yang sudah mulai mencerna apa yang terjadi, seketika itu juga ada sesuatu yang pengin burst out istilahnya. mencoba tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, menahan air yang minta keluar dari kedua mata. bener-bener, aku bahkan harus menahannya pake sebelah tangan biar ga jatoh.
Ucchan, aku ketemu Ucchan pas lagi salam-salaman itu. Ui bilang ke Ucchan tentang berita mengejutkan itu, sama hal nya kayak kita, dia setengah mati mangap, ga percaya sama sekali dan bertanya-tanya, "kok bisa? kenapa?" aku yang ada dibelakang Ui masih ngeluarin effort dua kali lipat untuk nahan tangis pas liat Ui ngasih kabar ke Ucchan.
Habis itu aku dah berhadapan sama Ucchan. Dia masih setengah ga percaya, aku udah bener-bener pengin nangis saat itu juga, cuma tiga kali lipat effort aku tahan. Aku cuma bisa narik rukuhnya, lemas, dan beranjak ke orang berikutnya.
Rasanya aku pengin lari sekenceng-kenceng nya saat itu juga, karna kayaknya muka ku udah ga enak banget diliat. Aku langsung lari, naik ke atas. Di beranda depan kamar aku berhenti. Udah, udah ga kuat lagi. Aku mandang ke atas, langitnya masih agak gelap. Matahari belum terbit seutuhnya. Beneran, nyeri banget di dalem dada. Semua memori-memori kelas delapan menguak begitu aja, satu persatu. Memori-memori yang membuatku ingat kalo Fiki selalu ada disitu, disebelahku. Dengan senyuman yang udah lama ga aku lihat, dengan suara ejekan yang tidak pernah lagi bisa aku denger. Dengan tawa yang dulu, bener-bener bikin tambah nyeri.
Dan semuanya keluar, seberapa kali lipatpun aku tahan. Nangis, cuma itu yang aku bisa lakuin. Terserah apa kata orang lewat bilang, aku nangis senangis nangisnya. Semuanya kayak mimpi buruk yang gak bisa aku resist. Aku usap ribuan kali pun bakalan keluar lagi. Di otakku cuma kebayang Fiki yang udah gak ada. Sakit banget.
Trus Ui sama Ucchan dateng, kayaknya disaat yang tepat banget ya. Aku sadar kayaknya aku baru pertama kali ngerasa kehilangan banget. Ngerasa kehilangan sesuatu yang berharga untuk pertama kali, berat banget. Aku ngerasa bahwa aku tuh harus bener-bener nge-cherish, lebih ngejaga siapa yang berada disampingku sekarang.
Fiki, selamat jalan kawan. Bahkan aku belum sama sekali mengucapkan selamat tinggal.
Bahkan belum sama sekali mengucapkan selamat atas kelulusan. Mencoba menghubungi mu cuma gagal, dan sekarang yang kudapat hanya kabar. Kabar yang bahkan aku nggak sama sekali pernah memimpikannya.
selamat istirahat kawan, aku kangen banget sama candaanmu, senyumanmu, tawamu, ejekanmu, omongan nyelekit mu, hafalan-hafalan qur'anmu, bener-bener kangen. Ketika aku pengin liat lagi, aku sadar bahwa ini sudah terlambat.
Kamu pernah bilang bahwa kamu pengin meninggal di bulan Ramadhan, dan Allah mengabulkannya. Aku ingat kamu pernah bilang bahwa manusia tuh hidup harus berusaha, aku ingat gimana kamu panik dan nenangin diri kamu sendiri, Aku inget Fiki tuh satu-satunya orang yang mau nyatet catetan panjang di bukunya, dan berbaik hati meminjamkannya buat banyak orang. Aku inget gimana simbiosis mutualisme kita, gimana kamu ngejek puisi ku waktu bahasa Indonesia, waktu ngerengek minta diajarin listening bahasa inggris, waktu kamu ngoprak-oprak aku biar ga males ikut tae kwon do, waktu ngajarin aku dengan telaten pas matematika, waktu kamu bilang semangat pas aku ngeluh tentang banyak hal, waktu kamu ngejek "jepang-an bae," tiap aku heboh cerita jepang, waktu kamu nasehatin aku ini itu pas aku ngerencanain hal jelek. seorang Fiki Rufaida Al-Husna, yang udah ngajarin aku banyak hal kecil yang berguna sampe sekarang.
Makasih Fik, makasih udah mau jadi temen aku.
makasih udah ga keberatan waktu aku bergantung sama kamu.
makasih udah jadi sesuatu yang berharga bagi aku.
Maafin aku, aku tuh sama sekali bukan orang yang baik, temen yang baik.
bahkan aku gak bisa menyempatkan diri di waktu sibuk untuk jenguk kamu.
maafin aku Fik, sungguh.
sampe saat terakhir aku gak bisa ketemu kamu.
Fiki, selamat jalan.
aku ga tau harus gimana lagi, Fik. Aku cuma minta ke Allah SWT satu hal, semoga Fiki, dengan amalan ibadahnya yang banyak diterima di sisi Allah SWT dan gak menjalani siksa kubur yang pedih.
Fiki bakal tetep jadi Fiki, yang ga bakal aku hapus dari ingatan sampe kapanpun, Insya Allah.
Sayonara, nakama. Oyasuminasai.
" Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah meninggal dunia teman kita tercinta Fiki Rufaida,"
Siapa? siapa? Gak mungkin. Waktu itu aku belum bisa percaya dan nyangka. Aku langsung lari ke kamar Ui, dia baru saja mau tidur waktu aku bilang ke dia dengan suara lirih, " Zah, Fiki . . udah meninggal," seketika Ui langsung bangun. Langsung bertanya-tanya dengan nada kaget setengah mati dan gak percaya. Dia lari ke kamar ku dan Rusyda, panik dan bertanya-tanya. Aku tertinggal dibelakang. Masih belum percaya, mencoba mencerna info-info yang ada. Aku sms Hani, dia bilang baru saja meninggal shubuh ini.
Kayak ada sesuatu yang mau meledak saat itu juga. Dan kalau emang ada yang bisa ngegantiin meledak, aku bakalan berterimakasih. tiba-tiba kakak ROHIS dateng dan bilang suruh ke Mushola untuk upacara penutupan pesantren kilat. Aku turun, lunglai. Masih bertanya-tanya di awang-awang. Semua peserta pesantren lagi pada salam-salaman.
Aku dan otakku yang sudah mulai mencerna apa yang terjadi, seketika itu juga ada sesuatu yang pengin burst out istilahnya. mencoba tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, menahan air yang minta keluar dari kedua mata. bener-bener, aku bahkan harus menahannya pake sebelah tangan biar ga jatoh.
Ucchan, aku ketemu Ucchan pas lagi salam-salaman itu. Ui bilang ke Ucchan tentang berita mengejutkan itu, sama hal nya kayak kita, dia setengah mati mangap, ga percaya sama sekali dan bertanya-tanya, "kok bisa? kenapa?" aku yang ada dibelakang Ui masih ngeluarin effort dua kali lipat untuk nahan tangis pas liat Ui ngasih kabar ke Ucchan.
Habis itu aku dah berhadapan sama Ucchan. Dia masih setengah ga percaya, aku udah bener-bener pengin nangis saat itu juga, cuma tiga kali lipat effort aku tahan. Aku cuma bisa narik rukuhnya, lemas, dan beranjak ke orang berikutnya.
Rasanya aku pengin lari sekenceng-kenceng nya saat itu juga, karna kayaknya muka ku udah ga enak banget diliat. Aku langsung lari, naik ke atas. Di beranda depan kamar aku berhenti. Udah, udah ga kuat lagi. Aku mandang ke atas, langitnya masih agak gelap. Matahari belum terbit seutuhnya. Beneran, nyeri banget di dalem dada. Semua memori-memori kelas delapan menguak begitu aja, satu persatu. Memori-memori yang membuatku ingat kalo Fiki selalu ada disitu, disebelahku. Dengan senyuman yang udah lama ga aku lihat, dengan suara ejekan yang tidak pernah lagi bisa aku denger. Dengan tawa yang dulu, bener-bener bikin tambah nyeri.
Dan semuanya keluar, seberapa kali lipatpun aku tahan. Nangis, cuma itu yang aku bisa lakuin. Terserah apa kata orang lewat bilang, aku nangis senangis nangisnya. Semuanya kayak mimpi buruk yang gak bisa aku resist. Aku usap ribuan kali pun bakalan keluar lagi. Di otakku cuma kebayang Fiki yang udah gak ada. Sakit banget.
Trus Ui sama Ucchan dateng, kayaknya disaat yang tepat banget ya. Aku sadar kayaknya aku baru pertama kali ngerasa kehilangan banget. Ngerasa kehilangan sesuatu yang berharga untuk pertama kali, berat banget. Aku ngerasa bahwa aku tuh harus bener-bener nge-cherish, lebih ngejaga siapa yang berada disampingku sekarang.
Fiki, selamat jalan kawan. Bahkan aku belum sama sekali mengucapkan selamat tinggal.
Bahkan belum sama sekali mengucapkan selamat atas kelulusan. Mencoba menghubungi mu cuma gagal, dan sekarang yang kudapat hanya kabar. Kabar yang bahkan aku nggak sama sekali pernah memimpikannya.
selamat istirahat kawan, aku kangen banget sama candaanmu, senyumanmu, tawamu, ejekanmu, omongan nyelekit mu, hafalan-hafalan qur'anmu, bener-bener kangen. Ketika aku pengin liat lagi, aku sadar bahwa ini sudah terlambat.
Kamu pernah bilang bahwa kamu pengin meninggal di bulan Ramadhan, dan Allah mengabulkannya. Aku ingat kamu pernah bilang bahwa manusia tuh hidup harus berusaha, aku ingat gimana kamu panik dan nenangin diri kamu sendiri, Aku inget Fiki tuh satu-satunya orang yang mau nyatet catetan panjang di bukunya, dan berbaik hati meminjamkannya buat banyak orang. Aku inget gimana simbiosis mutualisme kita, gimana kamu ngejek puisi ku waktu bahasa Indonesia, waktu ngerengek minta diajarin listening bahasa inggris, waktu kamu ngoprak-oprak aku biar ga males ikut tae kwon do, waktu ngajarin aku dengan telaten pas matematika, waktu kamu bilang semangat pas aku ngeluh tentang banyak hal, waktu kamu ngejek "jepang-an bae," tiap aku heboh cerita jepang, waktu kamu nasehatin aku ini itu pas aku ngerencanain hal jelek. seorang Fiki Rufaida Al-Husna, yang udah ngajarin aku banyak hal kecil yang berguna sampe sekarang.
Makasih Fik, makasih udah mau jadi temen aku.
makasih udah ga keberatan waktu aku bergantung sama kamu.
makasih udah jadi sesuatu yang berharga bagi aku.
Maafin aku, aku tuh sama sekali bukan orang yang baik, temen yang baik.
bahkan aku gak bisa menyempatkan diri di waktu sibuk untuk jenguk kamu.
maafin aku Fik, sungguh.
sampe saat terakhir aku gak bisa ketemu kamu.
Fiki, selamat jalan.
aku ga tau harus gimana lagi, Fik. Aku cuma minta ke Allah SWT satu hal, semoga Fiki, dengan amalan ibadahnya yang banyak diterima di sisi Allah SWT dan gak menjalani siksa kubur yang pedih.
Fiki bakal tetep jadi Fiki, yang ga bakal aku hapus dari ingatan sampe kapanpun, Insya Allah.
Sayonara, nakama. Oyasuminasai.
It's hanging on
first time,
friend,
kyou no michi,
sad,
teman
Tuesday, August 24, 2010
koushite itai yo .
tadi buka bersama, satu alumnus SMP. rasanya luaama banget dah ga ketemu. kangen banget sama gaya berisiknya bocah-bocah spa-al. kayak udah lama banget ga denger keramaian yang pernah familiar di telinga. hua, natsukashii . kangen nya banget!
semua cerita tentang SMA masing-masing. Nggak banyak yang berubah. tapi dibilang gak berubah juga engga. udah banyak juga yang "nge-gandeng" pacar yang sama-sama satu alumnus, gak kayak dulu lagi yang masih kucing-kucingan sama guru, sekarang udah mulai blak-blakan. ok, time changes people. but people can't change time.
kesejukan sekaligus kehangatan yang familiar. seakan - akan pulang ke tempat dimana seharusnya aku ada. gak seperti dunia yang aku masukin sekarang, dingin dan asing. oke, baru satu bulan lebih sedikit kita di SMA, wajar masih kerasa asing. sumpah, disana bener-bener kerasa hangat. familiar banget. seakan-akan seluruh tubuh bilang, "I'm supposed to be here,". ga ada tekanan yang menghambat aku buat tertawa lepas. tugas-tugas yang menumpuk, kesendirian yang enggak menyenangkan, mengurus ini-itu yang melelahkan.
SMA beda sama SMP. beda nya itu beda banget. kalo aku gak tenang sedikit, bisa-bisa aku dah frustasi. sekarang bahkan, ketenangan ini aku anggap sebagai sesuatu yang harus menjadi hal yang harus dikatakan "terbiasa". mungkin aku sudah mulai "terbiasa" dengan ke-frustasian ini.
pas SMP, mungkin seharusnya aku bisa lebih frustasi daripada ini. tapi dulu aku ga pernah frustasi kayak gini. padahal dulu tiap hari kerjaan nya makan soal, apa-apa soal, soal.
trus kenapa aku ga frustasi?
aku punya suatu, err, apa ya namanya? suatu kesimpulan untuk menjawab pertanyaan diatas. aku punya suatu dasar yang membuat aku gak stress, mungkin baru beberapa lama ini aku sadar, kalo aku ga stress karna,
karna ada teman-teman ku disampingku.
prinsip "because there's you," tuh bener-bener jalan. karna ada kamu, aku jadi kayak gini. karena ada kalian, aku jadi begini. bukankah manusia tuh emang gak pernah bisa hidup sendirian? aku yakin banget akan hal itu karna aku masih sering, atau bahkan, sadar ga sadar, bergantung dan digantungkan sama orang lain.
manusia gak bisa hidup tanpa manusia lainnya. kesimpulan sederhana ini bisa terkembang menjadi amat besar kalo kita hitung-hitung lagi. manusia gak bisa bener-bener hidup tanpa seseorang disampingnya. sadar ga sadar, orang lain juga ambil bagian dalam tujuan hidup kita, dalam goresan sketsa jalan hidup kita.
Teman. aku akui semenjak SMP, aku bakalan ga bisa hidup kayak sekarang tanpa teman. teman yang bener-bener ada. yang gak cuma turut tersenyum pas kita bahagia, tapi yang turut mikir keras pas kita sedih, yang bertanya kenapa pas kita murung, yang mendorong dari belakang pas kita maju kedepan.
teman. teman baik, teman sekelas, teman seperjuangan.
i cherished them all. they're too precious. terlalu berharga sampai takut kehilangan.
teman, teman adalah dimana kamu bisa merasa familiar dan aman ketika berada di sampingnya. sederhana. tapi menyenangkan.
Dan aku menemukannya, menemukannya.
aku bersyukur bisa masuk SMP Al Irsyad, sungguh.
ketemu suasana yang bisa kamu anggap familiar, nyaman berada disitu. this is what i'm supposed to be. merasa nge-pas.
mereka temen-temen yang baaaik banget. temen yang enggak asal "nge-buang" temen lainnya. yang kalo pensil jatuh aja langsung reflek ngambilin. yang punya responsibilitas tinggi (walau kadang, ehm), yang humoris, yang beda dari lainnya.
aku seneng banget waktu di SMA kita dipandang sebagai anak Al Irsyad. yang seragamnya ijo sendiri. yang sifatnya rada "beda" sendiri sama anak lainnya.
intinya, masuk SMP Al Irsyad, gak datar. gak mbosenin. selalu ada spice yang bikin hari-hari lebih ada warnanya. gak cuma tugas dan penjelasan membosankan yang tiap hari dicerna sama otak. ada goresan lain disitu.
aku bersyukur karna masuk SMP Al Irsyad,
aku bersyukur menjadi alumni SMP Al Irsyad di taun 2009-2010,
aku bersyukur aku dapet temen yang baik,
aku bersyukur dapet berbagai macam kenangan yang unforgettable,
aku bersyukur bisa mengenal dunia yang penuh warna,
aku bersyukur karna sekarang aku dapat berada disini. masih berada disamping orang-orang yang penting bagi aku.
terimakasih, ya Allah. aku menyadari selama ini, Engkau selalu memberikan aku jalan yang terbaik. teruslah permudahkan jalan kami, ya Rabb. kami memohon pertolongan dari-Mu.
Ne, kawan.
dulu kita bersama. duduk di kelas yang sama. pernah bersandar di tembok yang sama.
pernahkah kau menyadari sekarang, bahwa jalan kita sudah berbeda-beda?
ya, kita sudah berpencar. sadar tidak sadar, kita sudah berada di jalan berbeda. berbelok. lurus. berliku. kadang tertahan, kadang buntu. sadar ataupun tidak, jarak kita akan semakin menjauh, mengikuti jalan masing-masing. setiap orang mempunyai alur cerita sendiri.
tapi tujuan kita, sama seperti saat itu, saat kita mati-matian menghadapi UN.
ketika tidur kita tidak terlalu lelap, ketika hati kita tidak pernah merasa tenang.
tujuan kita tetap sama, jalan yang terbaik. kita tersesat, tertahan, terus mencari sesuatu bernama jalan terbaik. jalan terbaik bagi hidup kita masing-masing.
hidup kita berbeda, jalan kita berbeda.
tapi aku yakin satu hal, ketika kita sudah tidak bisa saling bertatap muka, saling bertukar senyuman dan cerita.
kita masih punya suatu ikatan kecil bernama teman. kita terikat oleh memori yang sama. memori atas kejadian yang sama. tidak ada janji atau kata-kata dalam realita bahwa ikatan itu terbentuk. setidaknya ingatlah sesuatu saat kita saling bertemu kembali. mencoba me-replay memori yang tak terulang lagi.
kita ini teman. sebelum semua ini mulai rontok satu persatu oleh waktu, mari kita sedikit mencari celah kecil dalam suatu ruang di diri kita, dan menyimpan semua memori rapat-rapat agar tidak hilang.
dan menurutku sendiri, ini adalah salah satu hal yang tidak pernah boleh dihilangkan. :)
sekarang kita semua udah beda jalan. tapi tetep inget bahwa ada teman yang selalu ada di samping kita, yang tersenyum ketika kita bahagia, yang mengulurkan tangan saat kita terjatuh, yang menepuk bahu kita ketika kita butuh dorongan, yang duduk disamping kita tanpa kata, menjelaskan bahwa saat itu kamu tidak sendirian. yang menyediakan telinga nya untuk mendengarkan, yang menyediakan obat ketika terluka, yang menyediakan semangat ketika kita merasa putus asa, yang menyediakan kesempatan bagi kita untuk terus berada disampingnya, tidak menghiraukan seberapa jauh jarak dan perbedaan diantara kita.
teman itu penting, teman itu, berharga.
terimakasih, kawan. :)
Kinoshita Michi, 24 Agustus 2010. 21:29
semua cerita tentang SMA masing-masing. Nggak banyak yang berubah. tapi dibilang gak berubah juga engga. udah banyak juga yang "nge-gandeng" pacar yang sama-sama satu alumnus, gak kayak dulu lagi yang masih kucing-kucingan sama guru, sekarang udah mulai blak-blakan. ok, time changes people. but people can't change time.
kesejukan sekaligus kehangatan yang familiar. seakan - akan pulang ke tempat dimana seharusnya aku ada. gak seperti dunia yang aku masukin sekarang, dingin dan asing. oke, baru satu bulan lebih sedikit kita di SMA, wajar masih kerasa asing. sumpah, disana bener-bener kerasa hangat. familiar banget. seakan-akan seluruh tubuh bilang, "I'm supposed to be here,". ga ada tekanan yang menghambat aku buat tertawa lepas. tugas-tugas yang menumpuk, kesendirian yang enggak menyenangkan, mengurus ini-itu yang melelahkan.
SMA beda sama SMP. beda nya itu beda banget. kalo aku gak tenang sedikit, bisa-bisa aku dah frustasi. sekarang bahkan, ketenangan ini aku anggap sebagai sesuatu yang harus menjadi hal yang harus dikatakan "terbiasa". mungkin aku sudah mulai "terbiasa" dengan ke-frustasian ini.
pas SMP, mungkin seharusnya aku bisa lebih frustasi daripada ini. tapi dulu aku ga pernah frustasi kayak gini. padahal dulu tiap hari kerjaan nya makan soal, apa-apa soal, soal.
trus kenapa aku ga frustasi?
aku punya suatu, err, apa ya namanya? suatu kesimpulan untuk menjawab pertanyaan diatas. aku punya suatu dasar yang membuat aku gak stress, mungkin baru beberapa lama ini aku sadar, kalo aku ga stress karna,
karna ada teman-teman ku disampingku.
prinsip "because there's you," tuh bener-bener jalan. karna ada kamu, aku jadi kayak gini. karena ada kalian, aku jadi begini. bukankah manusia tuh emang gak pernah bisa hidup sendirian? aku yakin banget akan hal itu karna aku masih sering, atau bahkan, sadar ga sadar, bergantung dan digantungkan sama orang lain.
manusia gak bisa hidup tanpa manusia lainnya. kesimpulan sederhana ini bisa terkembang menjadi amat besar kalo kita hitung-hitung lagi. manusia gak bisa bener-bener hidup tanpa seseorang disampingnya. sadar ga sadar, orang lain juga ambil bagian dalam tujuan hidup kita, dalam goresan sketsa jalan hidup kita.
Teman. aku akui semenjak SMP, aku bakalan ga bisa hidup kayak sekarang tanpa teman. teman yang bener-bener ada. yang gak cuma turut tersenyum pas kita bahagia, tapi yang turut mikir keras pas kita sedih, yang bertanya kenapa pas kita murung, yang mendorong dari belakang pas kita maju kedepan.
teman. teman baik, teman sekelas, teman seperjuangan.
i cherished them all. they're too precious. terlalu berharga sampai takut kehilangan.
teman, teman adalah dimana kamu bisa merasa familiar dan aman ketika berada di sampingnya. sederhana. tapi menyenangkan.
Dan aku menemukannya, menemukannya.
aku bersyukur bisa masuk SMP Al Irsyad, sungguh.
ketemu suasana yang bisa kamu anggap familiar, nyaman berada disitu. this is what i'm supposed to be. merasa nge-pas.
mereka temen-temen yang baaaik banget. temen yang enggak asal "nge-buang" temen lainnya. yang kalo pensil jatuh aja langsung reflek ngambilin. yang punya responsibilitas tinggi (walau kadang, ehm), yang humoris, yang beda dari lainnya.
aku seneng banget waktu di SMA kita dipandang sebagai anak Al Irsyad. yang seragamnya ijo sendiri. yang sifatnya rada "beda" sendiri sama anak lainnya.
intinya, masuk SMP Al Irsyad, gak datar. gak mbosenin. selalu ada spice yang bikin hari-hari lebih ada warnanya. gak cuma tugas dan penjelasan membosankan yang tiap hari dicerna sama otak. ada goresan lain disitu.
aku bersyukur karna masuk SMP Al Irsyad,
aku bersyukur menjadi alumni SMP Al Irsyad di taun 2009-2010,
aku bersyukur aku dapet temen yang baik,
aku bersyukur dapet berbagai macam kenangan yang unforgettable,
aku bersyukur bisa mengenal dunia yang penuh warna,
aku bersyukur karna sekarang aku dapat berada disini. masih berada disamping orang-orang yang penting bagi aku.
terimakasih, ya Allah. aku menyadari selama ini, Engkau selalu memberikan aku jalan yang terbaik. teruslah permudahkan jalan kami, ya Rabb. kami memohon pertolongan dari-Mu.
Ne, kawan.
dulu kita bersama. duduk di kelas yang sama. pernah bersandar di tembok yang sama.
pernahkah kau menyadari sekarang, bahwa jalan kita sudah berbeda-beda?
ya, kita sudah berpencar. sadar tidak sadar, kita sudah berada di jalan berbeda. berbelok. lurus. berliku. kadang tertahan, kadang buntu. sadar ataupun tidak, jarak kita akan semakin menjauh, mengikuti jalan masing-masing. setiap orang mempunyai alur cerita sendiri.
tapi tujuan kita, sama seperti saat itu, saat kita mati-matian menghadapi UN.
ketika tidur kita tidak terlalu lelap, ketika hati kita tidak pernah merasa tenang.
tujuan kita tetap sama, jalan yang terbaik. kita tersesat, tertahan, terus mencari sesuatu bernama jalan terbaik. jalan terbaik bagi hidup kita masing-masing.
hidup kita berbeda, jalan kita berbeda.
tapi aku yakin satu hal, ketika kita sudah tidak bisa saling bertatap muka, saling bertukar senyuman dan cerita.
kita masih punya suatu ikatan kecil bernama teman. kita terikat oleh memori yang sama. memori atas kejadian yang sama. tidak ada janji atau kata-kata dalam realita bahwa ikatan itu terbentuk. setidaknya ingatlah sesuatu saat kita saling bertemu kembali. mencoba me-replay memori yang tak terulang lagi.
kita ini teman. sebelum semua ini mulai rontok satu persatu oleh waktu, mari kita sedikit mencari celah kecil dalam suatu ruang di diri kita, dan menyimpan semua memori rapat-rapat agar tidak hilang.
dan menurutku sendiri, ini adalah salah satu hal yang tidak pernah boleh dihilangkan. :)
sekarang kita semua udah beda jalan. tapi tetep inget bahwa ada teman yang selalu ada di samping kita, yang tersenyum ketika kita bahagia, yang mengulurkan tangan saat kita terjatuh, yang menepuk bahu kita ketika kita butuh dorongan, yang duduk disamping kita tanpa kata, menjelaskan bahwa saat itu kamu tidak sendirian. yang menyediakan telinga nya untuk mendengarkan, yang menyediakan obat ketika terluka, yang menyediakan semangat ketika kita merasa putus asa, yang menyediakan kesempatan bagi kita untuk terus berada disampingnya, tidak menghiraukan seberapa jauh jarak dan perbedaan diantara kita.
teman itu penting, teman itu, berharga.
terimakasih, kawan. :)
Kinoshita Michi, 24 Agustus 2010. 21:29
"I wonder why I am here and why I’m with you?
I wonder why I am here and why I’m laughing with you?
I want to always, always be here forever like this,"
It's hanging on
friend,
just-a-journal,
kyou no michi,
teman,
tulisan
Wednesday, June 09, 2010
Yell
I look back on the footprint I’ve left again and again
Thinking “Where is ‘me’ now?”
I scooped up the dead leaves in my arms
And drew my dreams on the autumn window with my numb fingertips
I have wings but I can’t fly
I’m afraid of being alone, it’s too painful
We’re leaving behind those days of cuddling in the gentle sun
And walking on to our lonely dreams
Goodbye isn’t a sad word
It’s a yell that connects us to our respective dreams
I’ll hold the days we spent together in my heart
And take off alone to my next sky
Why do we get impatient for an answer
And search for ourselves in darkness so deep that we get lost in it?
When we have the tears and straightforward smiles
Of just loving someone, right here?
When it comes to our real selves, we get off track, get confused
And think it’s made up by other people’s words
We’ll take hold of our natural weakness and the strength to face it
And start running to tomorrow for the first time
Maybe every time we say goodbye to someone
We can change, we can become stronger
Even if we take off to different skies
This love won’t stop, it still remains in my heart
Ever since I realised there’s no such thing as eternity
The day we laughed together, and the day we sang together
Have become strongly, deeply carved into my heart
That’s why you, that’s why us
Aren’t anybody else, can’t be beaten by anyone
We raised our voices and promised that we’d live our lives our way
Each of us chose our own path
Goodbye isn’t a sad word
It’s a yell that connects us to our respective dreams
Until we meet again someday
I won’t forget this pride, my friend, into the sky
We have a word that we share
It’s a yell that connects our voices, one heart to another
I’ll hold the days we spent together in my heart
And take off alone to my next sky
--
Thank you, for this three years,
Thank you, for always smiling for me,
Thank you, for spending our days together,
Thank you, for all of your kindness to me,
Thank you, for the courage you gave to me,
Thank you, for taught me many things that I don’t know before,
I know this isn’t a good “goodbye” words.
Perhaps we can meet again, someday.
Sooner or later,
I’m sure we can be a better person, better than before,
i don’t know, someday, if we meet by an accident,
we still remember each other or not,
but, the one thing you must know,
the one who filling my days in this three years was you,
the one who brightening my days in this three years was you,
just remember that we ever meet by bonds named a friend.
Then,
Sorry, I believe I ever make you hurt.
Sorry, I know this is so late to say, “ I have a mistakes “ to you.
Sorry, I know this is so late to make up wound.
Sorry, I can't say this simple words directly.
I’m sorry, teribbly sorry. If you can't forgive me, at least, you can forget me.
“ Ever since I realized there’s no such thing as eternity.
The day we laughed together, and the day we sang together.
Have become strongly, deeply carved into my heart. “
Let’s make a “goodbye” words to be a yell.
That echoing in our heart, make us to be stronger, stronger, and stronger.
To realize that all things we meet, is come and go everyday.
Thank you, in this three years,
I'm happy because of you.
ja ne.
Thinking “Where is ‘me’ now?”
I scooped up the dead leaves in my arms
And drew my dreams on the autumn window with my numb fingertips
I have wings but I can’t fly
I’m afraid of being alone, it’s too painful
We’re leaving behind those days of cuddling in the gentle sun
And walking on to our lonely dreams
Goodbye isn’t a sad word
It’s a yell that connects us to our respective dreams
I’ll hold the days we spent together in my heart
And take off alone to my next sky
Why do we get impatient for an answer
And search for ourselves in darkness so deep that we get lost in it?
When we have the tears and straightforward smiles
Of just loving someone, right here?
When it comes to our real selves, we get off track, get confused
And think it’s made up by other people’s words
We’ll take hold of our natural weakness and the strength to face it
And start running to tomorrow for the first time
Maybe every time we say goodbye to someone
We can change, we can become stronger
Even if we take off to different skies
This love won’t stop, it still remains in my heart
Ever since I realised there’s no such thing as eternity
The day we laughed together, and the day we sang together
Have become strongly, deeply carved into my heart
That’s why you, that’s why us
Aren’t anybody else, can’t be beaten by anyone
We raised our voices and promised that we’d live our lives our way
Each of us chose our own path
Goodbye isn’t a sad word
It’s a yell that connects us to our respective dreams
Until we meet again someday
I won’t forget this pride, my friend, into the sky
We have a word that we share
It’s a yell that connects our voices, one heart to another
I’ll hold the days we spent together in my heart
And take off alone to my next sky
--
Thank you, for this three years,
Thank you, for always smiling for me,
Thank you, for spending our days together,
Thank you, for all of your kindness to me,
Thank you, for the courage you gave to me,
Thank you, for taught me many things that I don’t know before,
I know this isn’t a good “goodbye” words.
Perhaps we can meet again, someday.
Sooner or later,
I’m sure we can be a better person, better than before,
i don’t know, someday, if we meet by an accident,
we still remember each other or not,
but, the one thing you must know,
the one who filling my days in this three years was you,
the one who brightening my days in this three years was you,
just remember that we ever meet by bonds named a friend.
Then,
Sorry, I believe I ever make you hurt.
Sorry, I know this is so late to say, “ I have a mistakes “ to you.
Sorry, I know this is so late to make up wound.
Sorry, I can't say this simple words directly.
I’m sorry, teribbly sorry. If you can't forgive me, at least, you can forget me.
“ Ever since I realized there’s no such thing as eternity.
The day we laughed together, and the day we sang together.
Have become strongly, deeply carved into my heart. “
Let’s make a “goodbye” words to be a yell.
That echoing in our heart, make us to be stronger, stronger, and stronger.
To realize that all things we meet, is come and go everyday.
Thank you, in this three years,
I'm happy because of you.
ja ne.
It's hanging on
friend,
permintaan maaf,
private journal,
translation
Monday, April 12, 2010
tanoshikatta.
sebenernya sih, michi udah mau cerita tentang hari sabtu kemarin pas hari sabtunya juga, tapi sayang, modemnya baru mau sekarang, jadi mau gimana lagi yah?.
okay, jadi kemaren sabtu, michi-eicchan-ucchan main ke eicchan no uchi. niatnya sih mau nengokin ade'nya eicchan yang baru lahir, musu-chan. dia musuko alias cowok, first sight nya michi tentang ade'nya eicchan ini adalah, mungil banget!
biasanya michi liat bayi ga semungil itu, mirip banget si eicchan yang notabene juga mungil ato kuntet? *dibuang ke kali* pokoknya kayak gitu deh. tapi karena sepertinya sense kesukaan saia terhadap anak kecil sudah mulai berkurang, bahkan mungkin nyaris tidak ada, jadi saia ga begitu excited.
trus bantu-bantu di sana karena musu-chan mau di aqiqah-in. trus habis itu kita maen di depan rumahnya eicchan yang notabene masih alami. enak banget sumpah eicchan tu, dia bisa tiap hari liat bintang dengan jelas kalo depan rumahnya hutan kayak gitu! (bukan hutan sih, lebih tepatnya kumpulan pohon jangkung -lupa namanya-)
tiba-tiba si ucchan stress nya ( digetak ) kambuh. dia jongkok, kayaknya lagi ngeliat/nyari sesuatu. waktu michi tengok, ternyata dia lagi asik niup-niup setangkai bunga berbulu yang nyebar-nyebar, ofcourse, michi langsung excited, itu kan..

wew, saia udah jarang liat ni bunga, setidaknya saia jarang/udah ga pernah liat dandelion lagi beranak(plaaak!) maksudnya berkembangbiak jadi putih-putih gitu. Sama ucchan ditiup-tiup, dia keliatan excited banget.
saia yang dari tadi cuma duduk liat-liat pemandangan, cari inspirasi, ngeliatin ucchan laaaaamaaaa banget, untungnya dia ga sadar, hahaha, tiba-tiba ada lampu dikepala saia, entah darimana, beli dimana, hehe.
Dandelion! sebuah bunga yang inspiratif.
ucchan bilang di rumahnya ga ada dandelion, saia juga jarang liat tapi saia yakin di sawah deket rumah ada, di kebun belakang deket rumah yang banyak semaknya juga pasti ada, cuma saia aja yang ga pernah liat, ato dandelion nya yang belum jadi putih-putih gitu.
ucchan pengin banget ada taneman itu di rumahnya, dan waktu malem malem saia search di kamar, Dandelion itu tanaman liar! eicchan juga bilang tu dandelion tumbuh sendiri. dandelion tuh tanaman liar. saia pikir tanaman liar itu pasti kuat, karena tanpa dirawat, tanpa diperhatikan, tiba-tiba mereka tumbuh begitu saja, sudah pasti mereka kuat bukan?
tapi lain dengan dandelion, walaupun batangnya tegak berdiri, mahkotanya yang sudah berkembang jadi putih-putih itu terlihat, terlihat rapuh. sekali tertiup saja akan langsung hancur semuanya.
michi perhatikan lagi, michi browsing lagi, michi jadi teringat, di beberapa komik yang pernah
michi baca, dandelion, apabila sebelum kita meniup anak-anak dandelion yang berwarna putih itu kita meminta sebuah keinginan, maka keinginan itu akan tersampaikan.
apakah betul? kayaknya itu emang pernyataan yang dramatis ya.
nah, kembali ke cerita, habis ntu kami habiskan dengan acara ngobrol-ngobrol gaje dan sedikit ngegosip ga jelas.
pasti kalo bareng sama mereka, saia jadi sadar banyak hal, i know it long ago.
saia jadi agak takut.
waktu SMP saia punya teman yang irrepreciable, karakter orang yang hanya bisa ditemukan satu dari 10ribu orang, i swear.
besok SMA, apakah aku akan seberuntung ini lagi?
i don't know. we met by destiny, and we separated apart also by destiny.
just go on, i know it. tapi kurasa, tidak akan semudah itu. bahkan aku tidak bisa membayangkannya.
just wish me luck, once again.
zutto issho ni iru, zutto soba ni iru.
i love them, my taisetsu na. hehe. piisuu~ (mengakhiri kata-kata dramatis dengan piisuu~ atau hehe adalah sesuatu yang tidak patut ditiru.)
chikai atta yume wo tadoru you ni, atashi mo ganbatte iru yo, my friend.
mungkin aku bukan yang terbaik, kalau dipikir sekali lagi aku juga tidak tahu mengapa kalian mau berteman denganku, karena kurasa kalian adalah salah satu diantara yang terbaik, dan aku akan mencoba menjadi seperti kalian, walaupun aku tahu itu nyaris tidak mungkin.
tapi tidak mungkin adalah suatu kata yang tidak masuk akal bukan? ;]
michi, itsumo koko ni.
12 April 2010.
current music : Yui - My Friend
current mood : maleeeeess. ga moood. biasa lah. tapi excited juga.
current anime : Bleach?
current manga : -
current plans : Bikin cerita baru trus di publish
current info : seminggu lagi UASSS~
okay, jadi kemaren sabtu, michi-eicchan-ucchan main ke eicchan no uchi. niatnya sih mau nengokin ade'nya eicchan yang baru lahir, musu-chan. dia musuko alias cowok, first sight nya michi tentang ade'nya eicchan ini adalah, mungil banget!
biasanya michi liat bayi ga semungil itu, mirip banget si eicchan yang notabene juga mungil ato kuntet? *dibuang ke kali* pokoknya kayak gitu deh. tapi karena sepertinya sense kesukaan saia terhadap anak kecil sudah mulai berkurang, bahkan mungkin nyaris tidak ada, jadi saia ga begitu excited.
trus bantu-bantu di sana karena musu-chan mau di aqiqah-in. trus habis itu kita maen di depan rumahnya eicchan yang notabene masih alami. enak banget sumpah eicchan tu, dia bisa tiap hari liat bintang dengan jelas kalo depan rumahnya hutan kayak gitu! (bukan hutan sih, lebih tepatnya kumpulan pohon jangkung -lupa namanya-)
tiba-tiba si ucchan stress nya ( digetak ) kambuh. dia jongkok, kayaknya lagi ngeliat/nyari sesuatu. waktu michi tengok, ternyata dia lagi asik niup-niup setangkai bunga berbulu yang nyebar-nyebar, ofcourse, michi langsung excited, itu kan..
DANDELION!

wew, saia udah jarang liat ni bunga, setidaknya saia jarang/udah ga pernah liat dandelion lagi beranak(plaaak!) maksudnya berkembangbiak jadi putih-putih gitu. Sama ucchan ditiup-tiup, dia keliatan excited banget.
saia yang dari tadi cuma duduk liat-liat pemandangan, cari inspirasi, ngeliatin ucchan laaaaamaaaa banget, untungnya dia ga sadar, hahaha, tiba-tiba ada lampu dikepala saia, entah darimana, beli dimana, hehe.
Dandelion! sebuah bunga yang inspiratif.
ucchan bilang di rumahnya ga ada dandelion, saia juga jarang liat tapi saia yakin di sawah deket rumah ada, di kebun belakang deket rumah yang banyak semaknya juga pasti ada, cuma saia aja yang ga pernah liat, ato dandelion nya yang belum jadi putih-putih gitu.
ucchan pengin banget ada taneman itu di rumahnya, dan waktu malem malem saia search di kamar, Dandelion itu tanaman liar! eicchan juga bilang tu dandelion tumbuh sendiri. dandelion tuh tanaman liar. saia pikir tanaman liar itu pasti kuat, karena tanpa dirawat, tanpa diperhatikan, tiba-tiba mereka tumbuh begitu saja, sudah pasti mereka kuat bukan?
tapi lain dengan dandelion, walaupun batangnya tegak berdiri, mahkotanya yang sudah berkembang jadi putih-putih itu terlihat, terlihat rapuh. sekali tertiup saja akan langsung hancur semuanya.
michi perhatikan lagi, michi browsing lagi, michi jadi teringat, di beberapa komik yang pernah
michi baca, dandelion, apabila sebelum kita meniup anak-anak dandelion yang berwarna putih itu kita meminta sebuah keinginan, maka keinginan itu akan tersampaikan.
apakah betul? kayaknya itu emang pernyataan yang dramatis ya.
nah, kembali ke cerita, habis ntu kami habiskan dengan acara ngobrol-ngobrol gaje dan sedikit ngegosip ga jelas.
pasti kalo bareng sama mereka, saia jadi sadar banyak hal, i know it long ago.
saia jadi agak takut.
waktu SMP saia punya teman yang irrepreciable, karakter orang yang hanya bisa ditemukan satu dari 10ribu orang, i swear.
besok SMA, apakah aku akan seberuntung ini lagi?
i don't know. we met by destiny, and we separated apart also by destiny.
just go on, i know it. tapi kurasa, tidak akan semudah itu. bahkan aku tidak bisa membayangkannya.
just wish me luck, once again.
zutto issho ni iru, zutto soba ni iru.
i love them, my taisetsu na. hehe. piisuu~ (mengakhiri kata-kata dramatis dengan piisuu~ atau hehe adalah sesuatu yang tidak patut ditiru.)
chikai atta yume wo tadoru you ni, atashi mo ganbatte iru yo, my friend.
mungkin aku bukan yang terbaik, kalau dipikir sekali lagi aku juga tidak tahu mengapa kalian mau berteman denganku, karena kurasa kalian adalah salah satu diantara yang terbaik, dan aku akan mencoba menjadi seperti kalian, walaupun aku tahu itu nyaris tidak mungkin.
tapi tidak mungkin adalah suatu kata yang tidak masuk akal bukan? ;]
michi, itsumo koko ni.
12 April 2010.
current music : Yui - My Friend
current mood : maleeeeess. ga moood. biasa lah. tapi excited juga.
current anime : Bleach?
current manga : -
current plans : Bikin cerita baru trus di publish
current info : seminggu lagi UASSS~
" nande bokutachi wa deaeru no? "
" unmei desu."
michi, 2010.
Subscribe to:
Posts (Atom)


